Header Ads

test

Lomba Kaligrafi


Seteleh MTQ tingkat kecamatan Pontianak Kota. Kemudian saya mengikuti kembali yang diadakan di kecamatan Pontianak Tenggara. Kategori lomba yang saya ikuti adalah Kaligrafi cabang naskah. Saat Technical Meeting, saya lihat peserta untuk kaligrafi tidak cukup banyak dimininati. Terbukti kategori kaligrafi hanya terdaftar 3 orang saja. 1 orang kebetulan pesertanya sudah ikuti juga bersama saya di kecamatan Pontianak Kota. Untuk cabang lainnya juga ada.
Hari lomba pun tiba. Suasana pagi cukup cerah tak terlihat tanda-tanda akan hujan. Sebelum ke lokasi kegiatan saya singgah di toko untuk membeli spidol. Walaupun spidol yang kemaren masih cukup, tapi hal ini untuk antisipasi saja. Saat dilokasi kegiatan ternyata jadwal molor. Setelah menungga beberapa menit. Kami para peserta diberikan pengarahan oleh dewan juri terkait teknis-teknis dalam penulisan. Untuk waktu yang diberikan kepada kami dalam lomba kaligrafi ini untuk cabang naskah 5 jam sedangkan cabang lainnya 7 jam. Kertas putih dan kuning sudah disediakan oleh panitia. Setelah pengarahan kami langsung mengambil kerta putih dan surah yang akan kami tulis. Disebelah kami juga diadakan lomba Tilawah anak-anak. Sehingga suasana tidak terlalu senyap dan kegiatan ormas di gedung audit. Kedengaran pula musik dari HP salah seorang peserta Kaligrafi.
Waktu terus berjalan, tanpa terasa satu tahap demi tahap sudah dilalui. Terasa pegal tangan kaki saya namun tak saya hiraukan. Mungkin teman-teman lain merasakan pegal juga. Menjelang shalat zuhur, kami berhenti sejenak untuk menunaikan shalat. setelah itu kami melanjutkannya kembali. Tak terlihat panitia menyiapkan konsumsi buat peserta kaligrafi. Yang ada hanya untuk dewan juri saja. terlihat ada sedikit kecewa bagi saya. Sebab kegiatan yang sama di tempat lain disediakan snack dan makan siang. Dalam hati saya, bukan rezeki. Salah satu dewan juri menghubungi panitia, terkait dengan konsumsi buat para peserta kaligrafi.
Hujan turun begitu lebat, saya terus menyelesaikan penulisan. Walaupun perut dalam kondisi keroncongan. Akhirnya sebelum menjelang ashar, tulisan saya sudah selesai. Peserta yang sudah selesai langsung pulang. Datang bendahara panitia, dan bertanya kepada dewan juri kaligrafi terkait dengan konsumsi buat kami. Beberapa menit kemudian, bendahara tersebut memberikan uang pengganti konsumsi kami. Menurut beliau, ia kurang paham tentang teknis-teknis perlombaan kaligrafi, termasuk harus menyediakan komsumsi buat peserta kaligrafi. Dalam benak saya syukur alhamdulillah, ternyata rezeki tak jauh kemana-mana. Tak lupa saya mendokumentasikan tulisan peserta kaligrafi termasuk tulisan saya.
Karena ada jadwal mengajar tak jauh dari tempat kegiatan, walaupun dalam kondisi capek sehabis nulis. Di tengah jalan saya lihat seorang santri didampingi oleh ibuanya pulang. Dalam hati saya, kayaknya tak ada gurunya. Eh.. ternyata benar dugaan saya, tak ada satupun yang hadir. Akibat hujan dari siang sampai sore tak berhenti. Sebelum pulang ke rumah saya singgah dulu di warung makan untuk menganjal perut.
Demikianlah cerita saya, bagaimana ceritamu??





Diberdayakan oleh Blogger.